Sarasehan dan Pelantikan Pengurus Madrasah TBS

Prof. Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, MA mengisi acara sarasehan
Prof. Dr. Phil. H.M. Nur Kholis Setiawan, MA mengisi acara sarasehan

Dalam rangka memperingati Harlah (Hari Lahir) Madrasah Taswiqutthullab Salafiyyah (TBS) Kudus yang ke-89, panitia madrasah menyelenggarakan Sarasehan Pendidikan pada Sabtu, 28 Maret 2015 bertempat di Halaman MA TBS, gedung utara. Selain Sarasehan, pada kesempatan tersebut juga diselenggarakan pelantikan pengurus Madrasah TBS masa khidmah 1436-1441 H / 2015-2020 M.
Sarasehan pendidikan menghadirkan pembicara Bapak Prof. Dr. Phil. H. Nur. Kholis Setiawan, MA. selaku direktur pendidikan Madrasah Kemenag RI. Peserta Sarasehan adalah semua guru TBS dan tamu undangan yang jumlahnya sekitar 250 peserta.

Pelantikan Pengurus
Sebelum sarasehan, Romo KH. Ulin Nuha Arwani (Pengasuh Pondok Yanbu’ul Qur’an Kudus) selaku Sesepuh Madrasah TBS melantik ketua umum pengurus Madrasah TBS yang baru yaitu Romo KH. Choirozyad Tajus Syarof beserta jajaran pengurus.
Berikut ini Struktur Pengurus Madrasah NU TBS Kudus Masa Khidmah 1436 – 1441 H / 2015 – 2020 M.

Pelindung: (Badan Pelaksana Nahdlotul Ulama’) BAPENU Yayasan Arwaniyyah Kudus. Penasehat / Pengawas: 1. KH. Muhammad Ulin Nuha Arwani. 2. Prof. Dr. H. Chotibul Umam. 3. Prof. Dr. H. Maghfur Usman. 4. KH. Abdul Bashir. 5. Prof. Dr. H.Ahmad Rofiq, MA. 6. Dr. H. Muhayya, MA. 7. Drs. H. Abdullah Zaini
Pengurus Harian, Ketua Umum KH. Choirozyad TA, Ketua I KH. Muhammad Ulil Albab Arwani, Ketua II KH. Hasan Fauzi. Sekretaris Umum KH. Musthafa Imron, S.HI., Sekretaris I Syafi’I Nor, S.Pd.I., sedangkan Sekretaris II Abdurrahman, S.Pd.I. Untuk bendahara umum yaitu KH. Muhammad Arifin Fanani, bendahara I H. Abdul Wahab sedangkan bendahara II Muhammad Silmi.
Untuk seksi lainnya, Koordinator Bidang Pendidikan dan Pembelajaran diamanahkan kepada Drs. H. Hasan Bisyri (selaku Koordinator Bidang) dengan anggota Suwanto, S.Pd.I, H. Amin Yasin, dan H. Nur Khamin, Lc, P.gd.
Bidang Pembangunan / Sarana Prasarana diantaranya H. Noor Sa’id Wibisono (Koordinator), H. Moh. Hilmy, SE, Drs. H. M. Yahya dan H. Mahmudi. Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) : dipegang oleh Salim, M.Pd (Koordinator), Noor Sa’id M.Ag. H. Komari, S.Pd dan H.M. Ulin Nuha, Lc, M.Us.
Bidang Usaha diamanahkan kepada H. Faeshol (Koordinator), H. Wafid A. Muthi’, H. Mahasin, H. Masyhadi. Bidang Kesejahteraan diamanahkan kepada Silahuddin, S.Ag, M.Ag (Koordinator), H. Muhlash , Khusnul Arifin dan H. Muhammad Nifal Fahmi. Bidang Humas dipegang oleh Zainuri, S.Ag (Koordinator), Drs. Abdullah Faqih, H. Su’udi Hasyim, S.Pd.I dan Maulana Malikhuddin, M.Si
Mengenai Bidang Ekonomi diamanahkan kepada H. Ulil Farich (Koordinator), Mudhoffar, SE, Arif Murtandho, S.Ag dan H. Muttaqin Sedangkan Bidang Alumni diamanahkan kepada Ahmad Bukhori, S.H.I, M.Si (Koordinator), Drs. H. Noor Badi, MM, Drs. Ali Asyhari dan Chirzil ‘Ala, S.Pd.I

Perlu diketahui bahwa madrasah Taswiqutthullab Salafiyyah (TBS) Kudus adalah salah satu madrasah tertua di Kabupaten Kudus. Madrasah TBS Kudus berdiri tanggal 7 Jumadil Akhiroh 1347 H (tahun Alif), bertepatan dengan tanggal 24 November 1928 M (zaman penjajahan Belanda). Nama yang diberikan waktu itu adalah Tasywiquth Thullab disingkat TB yang artinya “gairah / kecintaan yang amat sangat para siswa (terhadap ilmu) “. Nama ini diambil dari nama pondok yang dikelola oleh KH. Noor Chudlrin dengan lurah pondoknya KH. Chadziq. Lokasi Madrasah TBS semula di dukuh Baletengahan. Sekarang berkembang berlokasi di empat dukuh dalam dua desa, yaitu Baletengahan, Nanggungan, Bejen, dan Kajeksan.

Sambutan
Dalam pidato sambutan, Romo KH. Choirozyad Tajus Syarof, selaku ketua pengurus yang baru menyatakan bahwa, “Sampai umur 89 tahun sejak TBS berdiri, Madrasah TBS Alhamdulillah tambah barokah, tambah manfaat, khususnya bagi segenap masyarakat Kudus dan bermanfaat bagi segenap masyarakat di berbagai wilayah Nusantara. Kenapa demikian, karena banyak alumni TBS yang sudah jumlahnya ribuan sejak berdiri telah menyebar dan memberikan manfaat ke hampir seluruh wilayah di Nusantara ini.”
Romo KH Choirozyad (yang merupakan putra Ahli Falak Nasional, Almarhum KH. Turaichan Adjhuri) menyatakan bahwa Tujuan berdirinya madasah TBS adalah Tafaquh Fiddin dalam rangka mempersiapkan kader-kader Islam ahlussunnah yang cerdas dan alim.
“Saya minta doanya kepada bapak hadirinnya semua, semoga perjalanan pengurus ke depan diberi kemudahan, diberkahi dan diberi ridho oleh Allah. Amin.” demikian harapan Romo KH. Choirozyad Tajus Syarof di akhir sambutan beliau.

Sarasehan
Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, MA menyampaikan bahwa peranan berbagai jenjang pendidikan mulai dari RA (Raudlatul Athfal), MI, MTs, hingga MA bahkan perguruan tinggi telah memberikan sumbangsih yang begitu besar untuk bangsa ini. “Negara berkewajiban memfasilitasi anak didik untuk menemukan kompetensinya” ujar beliau. Beliau menambahkan bahwa semua elemen Negara, mulai dari rakyat sampai dengan pemerintah terkena kewajiban untuk memfasilitasi, tentunya dengan porsi masing-masing yang tidak bisa disamakan.
Tujuan utama dari sebuah pendidikan madrasah yang berkelanjutan adalah menemukan kompetensi nalar dan kompetensi religi. Beliau menjelaskan “Tugas sebuah pendidikan madrasah adalah mengembangkan anak didik pada kompetensi intelektualitas dan kompetensi moralitas”. (Oleh: M. Noor Ahsin, S.Pd., M.Pd.)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Silahkan di isi *