MA. NU. TBS Gelar Forum Silaturahmi dengan Wali Murid

KH. Musthofa Imron menyampaikan berbagai hal terkait madrasah di hadapan wali murid.
KH. Musthofa Imron menyampaikan berbagai hal terkait madrasah di hadapan wali murid.

KUDUS – Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) menggelar silaturahmi dengan wali murid kelas X pada Ahad (29/7/2018) lalu. Silaturahmi yang dihadiri ratusan wali murid dari berbagai daerah, ini digelar di halaman madrasah.

Hadir pada kesempatan itu, antara lain KH. Hasan Fauzi, KH. Musthofa Imron SHI, KH. Masykur Mu’in, KH. Noor Hamim LC. Pgd, KH. Amin Yasin, segenap wali kelas dan dewan guru di lingkungan MA. NU. TBS.

Pada kesempatan itu, kepala MA. NU. TBS Kudus, KH. Musthofa Imron menyampaikan berbagai hal terkait aturan-aturan madrasah dan juga yang terkait dengan kesiswaan. ‘’Ada hal-hal penting yang tidak bisa ditawar di madrasah ini, yaitu hafalan Kitab Alfiyah,’’ terangnya.

KH. Musthofa Imron pun berpesan kepada orang tua, agar ikut mengawasi anak-anaknya ketika di rumah. ‘’Jangan sampai ada anak didik tidak naik kelas karena tidak bisa memenuhi kewajiban hafalan Alfiyah,’’ katanya.

Wali murid  menghadapi silaturahmi dengan pihak madrasah, belum lama ini.
Wali murid menghadapi silaturahmi dengan pihak madrasah, belum lama ini.

Selain itu, ketidakhadiran dalam satu semester sebanyak enam kali, tidak akan naik kelas. ‘’Ketidakhadiran kalau sakit harus ada izin dokter. Kalau mondok, surat harus ditandatangani kiai pondok,’’ tegasnya.

Selain itu, jika wali murid berniat memasukkan anaknya di pondok, diharapkan di pondok yang sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan mardasah. ‘’Untuk saat ini, pondok yang sudah MoU dengan madrasah TBS ada 13,’’ jelasnya sembari menyampaikan pula bahwa peserta didik (siswa) dilarang membawa hand phone di lingkungan madrasah. (rsd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Silahkan di isi *