Diterima di STAN, Nizar Minta Restu ke Asatidz

M. Nizar Rarif didampingi ayahya foto bersama KH. Nur Hamim dan ustadz Ali Mahsun, baru-baru ini.
M. Nizar Rarif didampingi ayahya foto bersama KH. Nur Hamim dan ustadz Ali Mahsun, baru-baru ini.

KUDUS – Rasa takdzim para santri Madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS), senantiasa dijaga oleh para santri atau siswanya. Tidak hanya saat masih belajar di TBS, juga setelah mereka lulus.

Salah satunya, ditunjukkan dengan seringnya para santri yang sudah lulus, sowan ke madrasah untuk bertemu dengan masyayikh dan asatidz untuk meminta restu, baik kepentingan meneruskan studi maupun lainnya.

M. Nizar Rafif, misalnya. Nizar yang diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), sebelum berangkat, sowan ke madrasah didampingi ayahandanya, Supriyanto. Di madrasah, kedatangan Nizar bersama ayahnya diterima oleh KH. Nur Hamim Lc. PgD. dan Ali Mahsun S.Ag.

Usai berbincang dan meminta doa restu bagi anaknya, Supriyanto berharap ke depan putranya itu kelak menjadi anak yang sukses serta amanah. ‘’Sebagai orang tua, Saya berharap anak saya senantiasa menjaga akhlakul karimah dan tidak lupa kepada para kiai serta guru-gurunya,’’ ujarnya.

Nizar Rafif pun senantiasa berharap doa dari masyayikh dan guru-gurunya, agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam studinya. ‘’Mohon doanya agar Saya diberi kemudahan dan kelancaran dalam belajar,’’ tutur adik dari Afifatul Ulya yang juga kakak dari Faza Amalia Rizki dan M. Himam Zaada. (rsd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Silahkan di isi *